Mata rantai penyebaran islam di jawa barat : tokoh-tokoh, daerah-daerah dan periode penyebarannya

Setelah beberapa dekade islam eksis di Cirebon, agama islam dalam perjalanan sejarahnya tidak hanya berkembang diwilayah sekitar pesisir Cirebon.seperti yang telah di kemukakan sebelumnya bahwa daerah di jawa barat yang pertama kali mendapat sentuhan islam adalah Cirebon.
Dengan demikian daerah Cirebon dapat dikatakan sebagaimata rantai yang pertama dalam penyebaran islam karena dari daerah ini ajaran islam disebarkan ke daerah lain di jawa barat.

Sejarah telah mencatat bahwa sebelum syarif hidayatullah menjadi penguasa di cirebon (1479-1568). Ternyata di Cirebon telah datang Syekh Hasanudin Bin Syekh Yusuf Sodik yang atas izin penguasa Syah Bandar Muarajati dan Ki Gedeng Kapa (ayahanda Subang Larang) yang telah mendirikan sebuah pesantren Quro di Karawang sekitar tahun 1418 M.

Dalam tahap yang pertama sebelum Syarief Hidayatullah datang, penyebaran agama islam masih berbasis dipesisir pantai. Dengan demikian pada periode ini dalam mata rantai yang pertama ini orang-orang yang berperan dalam penyebaran islam adalah Syekh Hasanudin, Ki Gedeng Tapa, Ki Samadullah dan Syekh Nurjati.
Dalam tahap berikutnya penyebaran islam beralih kedalaman. Penyebaran islam untuk daerah pedalaman banyak terjadi pada masa Syarief Hidayatullah dan generasi penerusnya. Pada masa ini diwilayah Jawa Barat banyak bermunculan daerah-daerah di pedalaman dimana penduduknya telah memeluk islam, seperti Galuh, Luragung, Kuningan, Sindang Kasih, Talaga, Ukur, Cibalagung, Kluntung Bantar. Dengan demikian daerah-daerah ini dapat dikatakan sebagai mata rantai kedua penyebaran islam setelah di Cirebon.

Menurut Edi. S. Ekadjati selama kepemimpinan Syarief Hidayatullah penyebaran Islam kedaerah-daerah pedalam Jawa Barat banyak dipimpin langsung oleh Syarief Hidayatullah. Syarief Hidayatullah dalam usahanya menyebarkan agama islam sering berpergian kedaerah-daerah.

Setelah dari daerah-daerah yang telah disebutkan diatas, daerah mata rantai penyebaran islam di Jawa Barat berikutnya adalah daerah periangan tengah (Depok dan Sukabumi) dan periangan selatan (Tasikmalaya, Garut, Sumedang,). Syekh Abdul Muhyi, H. Mansur dan Pangeran Makhdum adalah tokoh yang banyak berperan didalam mengislamkan penduduk daerah sekitar ini.

Akhirnya berkat perjuangan yang tidak kenal lelah Syarief Hidayatullah dan ulama-ulama lain maka dapat dikatakan bahwa sampai akhir abad Ke-XVI M sebagian tatar tanah Jawa Barat telah terjangkau oleh gerakan penyebaran agama islam yang berpusat di Cirebon. Dalam rangka penyebaran agama islam itu berbagai cara telah ditempuh oleh para penyebar islam, mulai dengan mengajak dengan ajakan secara damai, pernikahan, kesenian, pendidikan, dan sampai dengan cara kekerasan senjata. Dua orang orientalis yang bernama H.J. De Graaf dan T.G. Th. Pigeaud pun mengomentarinya dengan menytakan “ pengaruh agama yang meluas dari Cirebon ketanah sunda ternyata besar sekali…penyebaran agama islam dan meluasnya bahasa dan kesenian jawa ketanah sunda bagian timur merupakan pengaruh cirebon.”

2 comments:

No name said...

kalo tokoh penyebar islam di sukabumi siapa aja?

moh setiawan said...

kalo sekarang gimana penyebarannya?

Post a Comment

anda berhak untuk berpendapat.. Silahkan berkomentar !!